all my blog

Minggu, 10 Januari 2010

iso 22005

Standar ISO 22005 untuk Penulusuran Mutu Pangan
ISO mengeluarkan seri terbaru ISO 22005, tentang prinsip umum dan persyaratan dasar untuk pola dan penerapan sistem penelusuran mutu pada industri pangan. Standar ini sangat berguna dalam melakukan penelusuran di industri makanan dan minuman pada rantai produksinya.
Perusahaan yang hendak memperoleh sertifikat ISO 22005 dari lembaga audit independen harus mampu menunjukkan kepada pemerintah dan konsumen bahwa mereka telah berhasil menerapkan metoda yang digunakan dalam menjamin keamanan produknya. Dalam beberapa tahun belakangan ini wabah dan kasus keracunan makanan telah mengakibatkan negara-negara di Uni Eropa menerapkan ketentuan bagi produsen untuk memiliki sistem penelusuran mutu pangan di tempat produksi untuk menjaga kualitas kesehatan pangan. Produsen disyaratkan agar mendata para supplier serta kepada siapa saja produk tersebut dipasarkan. Dengan adanya sistem penelusuran ini akan membantu perusahaan untuk menarik kembali produk mereka dengan cepat dan efisien.
Perusahaan yang telah berhasil memperoleh sertifikat ISO 22005 ini harus memiliki sistem penelusuran mutu untuk mendeteksi alur keluar dan masuknya penyedia bahan baku, produk pangan dan pengepakan di wilayah industri. Mereka juga harus mampu mengidentifikasi dokumen-dokumen penting dan penelusuran ditiap tahapan produksi, memastikan jalinan koordinasi berjalan dengan lancar antar pihak terkait, dan memastikan tiap pihak yang terlibat mengerti arti pentingnya penerapan sistem penelusuran standar mutu ini.
Sistem penelusuran mutu ini dapat meningkatkan kegunaan dan akurasi informasi, efektivitas dan produktivitas perusahaan. Mengingat masuknya substansi berbahaya dapat terjadi pada setiap tahapan rantai pangan maka fungsi kontrol dan komunikasi sepanjang proses menjadi penting artinya.
Bila terdeteksi kesalahan pada rantai alur produksi maka dapat mengakibatkan masalah serius bagi konsumen serta menambah beban biaya bagi produsen untuk melakukan evaluasi ulang . Kemanan pangan merupakan komitmen dan tanggung jawab bersama dari para petugas yang terlibat dalam keseluruhan rangkaian proses produksi.
ISO 22005 menawarkan solusi unik untuk memudahkan praktek produksi pangan berbasis internasional dan mampu memberikan kontribusi untuk menurunkan hambatan perdagangan, antara lain mengatasi masalah keragaman format pengukuran kualitas produksi yang mengakibatkan perbedaan tingkat keamanan pangan, kebingungan terhadap banyaknya ketentuan, meningkatnya biaya serta kesulitan bagi para penyalur karena harus mengikuti banyak aturan.
ISO 22005 merupakan seri kedua dari standar keamanan pangan. Standar ISO ini juga menggunakan definisi penelusuran yang sama seperti yang telah diterapkan oleh Komisi Codex Alimentarius dan dilengkapi ketentuan terbaru bagi perusahaan yang telah berhasil menerapkan ISO 22000 yang dikeluarkan pada tahun 2005.
Dibawah naungan hukum Uni Eropa, penelusuran berarti kemampuan untuk mendeteksi berbagai bahan pangan, makanan, produk makanan hewan atau zat tertentu yang digunakan untuk konsumsi, pada setiap tahap produksi, proses maupun distribusi. Pengawasan kini dilakukan lebih ketat setelah terjadi krisis kontaminasi dioxin dan penyakit sapi gila (BSE), yang menunjukkan bahwa dibutuhkan sebuah sistem yang mampu merespon dengan cepat terhadap isu keamanan pangan.
Sumber: Badan Karantina Pertanian – Departemen Pertanian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar